Greenify Your Life

Tips Mudah Merawat Tanaman Keladi Si Daun Eksotis

merawat tanaman hias keladi

Merawat tanaman keladi (Caladium) bisa dibilang gampang-gampang susah. Tapi jika sudah tahu kebutuhan dasar dan syarat tumbuh tanaman tersebut, maka tidak ada lagi kata sulit. Caladium, terutama yang berdaun merah menyala memiliki peminat yang sangat banyak dan harganya cukup fantastis. Tak jarang para kolektor melepas koleksinya dengan bandrol per-helai daun. Satu daun ada yang harganya hingga ratusan ribu loh. Nah, jika anda berminat untuk mengkoleksi salah satu dari jenis yang mahal tersebut, anda wajib tahu dulu cara perawatannya!

Jenis-Jenis Tanaman Hias Keladi

merawat tanaman keladi

Keladi ada yang spesies dan ada juga yang hybrid. Tanaman hias keladi hybrid merupakan hasil persilangan yang memiliki karakter mirip atau sama sekali berbeda dengan kedua indukannya. Produk hybrid paling populer di Indonesia biasanya diimpor dari Thailand.  Oleh karena itu orang menyebutnya hanya dengan nama nama keladi Thailand begitu saja. Dan seiring berjalannya waktu akan ada banyak sekali jenis dan varian keladi hias karena teknologi hibridisasi yang semakin canggih.

loading...

Cukup susah mengenali identitas tanaman hias keladi karena variannya sangat banyak, apalagi yang hybrid. Nah, di pasaran ternyata identitas tersebut tidak terlalu dipedulikan tak seperti anggrek dimana identitas menentukan segalanya.

Ukuran “laku-tidaknya” tanaman keladi hanya dilihat dari motif dan warna daun. Semakin cantik semakin mahal.

Tips Dasar Merawat Tanaman Keladi

Kenali Siklus Hidup Tanaman Keladi (Caladium)

Keladi merupakan tanaman umbi-umbian yang masih tergabung dalam famili Araceae (suku talas-talasan) yang di daerah tropis memiliki siklus hidup annual. Karena tanaman ini menghasilkan umbi, maka kita tidak perlu takut kalau tiba-tiba tanaman keladi menggugurkan daunnya. Dalam satu siklus hidup, keladi memiliki rest time (waktu istirahat) atau yang biasa kita kenal dengan masa dorman. Pada masa itulah tanaman bersiap-siap untuk melakukan regenerasi kembali dengan memunculkan tunas baru dari umbi yang sudah dorman tadi. Dalam satu umbi ada banyak mata tunas yang bisa tumbuh menjadi tanaman baru.

Masa dorman biasanya terjadi di musim kemarau ketika tanaman kurang kelembapan. Mata tunas tumbuh kembali di musim penghujan.

Kebutuhan Cahaya Matahari

Idealnya keladi butuh banyak cahaya tidak langsung. Untuk mendapatkan situasi ini anda bisa menempatkannya di bawah naungan. Jangan sampai kena matahari secara langsung karena daun akan terbakar. Daun yang terbakar (karena kepanasan akibat terkena intensitas cahaya matahari berlebih) akan menguning, layu, kemudian gugur.

Penyiraman

Siram secara perlahan karena batang dan akarnya lembek. Jangan digrojok pakai selang dari pompa air. Keladi butuh kelembapan tapi sangat tidak toleran terhadap media tanam basah dalam jangka waktu terlalu lama. Solusinya adalah membuat media tanam yang porous. Penyiraman bisa dilakukan 2 kali pada musim kemarau. Ketika musim hujan, meskipun tidak terkena hujan, intensitas penyiraman bisa dikurangi dengan tetap kontrol kelembapan media tanam.

Pemupukan

Jenis pupuk paling bagus untuk tanaman keladi adalah:

  1. Pupuk yang larut dalam air (100% water soluble fertilizer)
  2. Gunakan pupuk dengan konsentrasi Nitrogen tinggi (Misalnya: NPK Mutiara Sprinter 20-10-10 atau pupuk seimbang seperti Growmore 20-20-20)
  3. Pakai pupuk ½ dosis dari yang dianjurkan pada kemasan

Waktu pemupukan yaitu pada saat tanaman aktif tumbuh. Aplikasinya cukup 2 minggu sekali. Pada saat memupuk jangan sampai terkena (menciprati) daun karena bisa terbakar.

Temperatur yang Disukai Keladi

Temperatur yang disukai oleh tanaman Caladium berkisar antara 21 – 29 derajat Celsius (hangat).

Kelembapan Lingkungan

Ternyata keladi butuh kelembapan lingkungan yang tinggi agar warna dan bentuk daun bisa maksimal. Oleh karena itu anda bisa merawat tanaman keladi berserta dengan tanaman lain atau dibawah tanaman lain yang agak rindang agar kelembapannya dapat terjaga. Kalau anda ingin hasil yang maksimal tentu saja anda bisa membuat greenhouse agar kelembapan dapat dikontrol dengan baik.

Hama dan Penyakit

Hama tanaman keladi diantaranya adalah mealybug (putih seperti memiliki tepung dan masih kasat mata), kutu sisik (sangat kecil sulit dilihat), aphids (kutu daun berwarna hijau agak transparan masih terlihat mata telanjang). Semua hama yang disebutkan suka tempat kering. Dengan menjaga kelembapan, hama tersebut sangat bisa dikontrol. Jika serangan sudah mewabah, bisa juga dibasmi dengan pestisida jenis akarisida.

Penyakit yang biasa menyerang tanaman keladi adalah jamur. Penggunaan fungisida bisa dilakukan satu bulan sekali. Serangan jamur dapat dengan mudah dilihat dengan adanya spot kuning atau coklat pada daun.

Media Tanam

Media tanam yang bisa digunakan adalah tanah, sekam, sekam bakar, cocopeat, dan pakis cacah. Sebaiknya jangan menggunakan media tunggal agar sifat media tetap porous dan tidak terlalu lama menyimpan kelembapan.

Kedalaman saat menanam umbi keladi disarankan tidak lebih dari 7 cm.

Ukuran Pot

Pot diamter 10 – 15 cm sudah cukup untuk satu tanaman atau tergantung besarnya rumpun. Pastikan pot memiliki lobang drainase bagus.

Masa Dorman

Masa dorman atau masa istirahat ditandai dengan gugurnya semua daun dan batang yang membusuk kemudian kering sampai tanaman tidak terlihat lagi. Pada saat ini sebaiknya umbi diambil kemudian diangin-anginkan selama kurang lebih seminggu. Setelah itu simpan di tempat kering dan sejuk. Masa dorman umbi keladi bisa mencapai 5 bulan sebelum tumbuh kembali. Namun jika anda tidak sabar untuk menanamnya kembali, paling tidak tunggu hingga 1 bulan agar umbi kering terlebih dahulu.

Demikian yang dapat saya sampaikan soal merawat tanaman keladi. Happy planting dan semoga suskes selalu.

Related articles

packing tanaman untuk dikirim

Tips Packing Tanaman Untuk Dikirim (Jualan Online)

Bisnis tanaman secara online kian menjamur karena permintaan pasar yang sangat tinggi. Bisnis ini memiliki resiko pengiriman yang cukup tinggi, apalagi jika tidak didukung dengan pengalaman dan pengetahuan yang tepat. Tanaman hidup ada yang mampu bertahan di pengiriman hingga berhari-hari dan ada yang sangat rentan layu/mati. Mengingat barang yang dikirim dalam kondisi hidup, maka diperlukan […]

cara mengolah sekam mentah untuk media tanam

Cara Mengolah Sekam Mentah untuk Media Tanam

  Mungkin judul ini terkesan aneh dan agak tak lazim dikalangan para praktisi maupun penggiat tanam-menanam, karena sekam mentah cenderung biasa digunakan secara langsung tanpa harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Nah yang jadi pertanyaan, apakah itu sudah tepat? Menurut pengalaman pribadi, sekam mentah tetap bisa digunakan tanpa harus diolah. Meski demikian, jika kita olah […]

Tinggalkan Balasan