Greenify Your Life

Tips Cerdas Merawat Tanaman Indoor Agar Tetap Menarik

merawat tanaman indoor

Di posting sebelumnya kita sudah membahas tentang tanaman apa saja yang bisa ditanam secara indoor, diantaranya sangat cantik di taruh di atas meja. Lainnya bisa ditempatkan di sudut rumah, di samping tempat tidur, atau bahkan di sudut ruang tamu. Nah, untuk merawat tanaman hias indoor seperti yang dicontohkan dalam artikel tersebut diperlukan tips dan trik – yang akan kita bagikan dalam poin-poin berikut ini.

4 Karakter Utama Tanaman Hias Indoor

  • Jenis tanaman indoor kebanyakan adalah tanaman hias yang dinikmati daun dan batangnya bukan bunganya. Hal tersebut sangat masuk akal karena tanaman berbunga biasanya membutuhkan intensitas matahari penuh untuk melangsungkan fase generatifnya. Dan kebanyakan tanaman hias teduh berkembang biak secara vegetatif meskipun tanaman tersebut secara alami memiliki perangkat generatif.
  • Tanaman indoor biasanya tidak membutuhkan banyak cahaya untuk tumbuh dengan sempurna. Banyak tanaman hias indoor yang tumbuh subur hanya dengan mengandalkan lampu ruangan atau cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah secara tidak langsung.
  • Biasanya jenis-jenis tanaman indoor tersebut sangat tidak toleran terhadap kekeringan. Dan sebagian juga agak sedikit rewel, yaitu tidak toleran terhadap kekeringan, pun mati jika diberi kelembapan berlebih. Contoh yang terakhir ini ada tanaman hias fiftonia (nerve plant).
  • Secara umum tanaman foliage alias tanaman hias yang dinikmati daunnya dapat menerima pupuk foliar (pupuk daun) dengan sangat baik. Soal dosis pemupukan kita bahas di poin selanjutnya.

Ternyata cukup sulit juga untuk mengidentifikasi tanaman hias indoor yang kita miliki untuk mengetahui karakternya secara pasti. Oleh karena itu kita butuh referensi entah itu dari sumber internet, buku ataupun langsung bertanya kepada ahlinya.

loading...

Pakai Prinsip Jangan Asal Percaya

Sudah menjadi kebiasaan kita pada saat membeli tanaman hias untuk bertanya kepada pedagang terkait jenis, karakter dan syarat tumbuh tanaman yang akan kita beli. Pun demikian kita tidak boleh lantas percaya begitu saja, karena tak jarang pedagang tanaman hias yang mempercayakan tokonya kepada karyawan yang tidak tahu mengenai tanaman. Wal hasil kita bisa tertipu begitu saja.

Prinsipnya selalu cek kembali tentang tanaman yang ingin kita beli agar kita paham betul bagaimana cara merawatnya nanti ketika di rumah.

Nah setelah kita paham tentang hal-hal prinsip seperti yang dijelaskan pada poin di atas selanjutnya kita akan mempelajari tips dasar perawatannya terutama terkait dengan teknik penyiraman dan pemupukan karena dalam merawat tanaman hias indoor tak mungkin lepas dari kedua hal tersebut.

2 Kunci Dalam Merawat Tanaman Hias Indoor: Penyiraman dan Pemupukan

Yang harus diperhatikan dalam penyiraman dan pemupukan bukan melulu soal intervalnya (berapa kali harus disiram / dipupuk dalam sehari, seminggu, atau setiap bulannya) tapi juga terkait dengan tekniknya.

Teknik Penyiraman

  • Pilih yang paling  sesuai apakah dengan sistem kocor atau spray. Tanaman indoor yang posturnya kecil seperti Macodes (jewel orchids) mungkin sangat sensitif sehingga butuh teknik penyiraman secara spray karena bagian daunnya juga butuh dibasahi.
  • Gunakan air yang netral dan aman dari zat-zat berbahaya bagi tanaman seperti kaporit. Kalau tidak mengerti cara mendapatkan atau menyediakan air yang aman, cukup siapkan air yang diambil dari sumur, air hujan atau air PAM kemudian diamkan air tersebut selama minimal 24 jam sebelum digunakan untuk menyiram / spray.
  • Sebagian jenis tanaman butuh kelembaban tinggi sehingga daunnya juga perlu terkena air. Pun demikian, anda bisa menerapkan ini ke hampir semua tanaman indoor agar terlihat lebih segar.

Sesuaikan Teknik Penyiraman dengan Media Tanam yang Digunakan

  • Semakin porous media tanam yang digunakan maka butuh interval penyiraman yang semakin sering dan sebaliknya.
  • Jika anda menggunakan media tanam yang lengket dan tidak cepat kering sebaiknya kurangi interval dan intensitas penyiramannya untuk menunggu media tanam agak kering.
  • Kalau takut terlalu basah sebaiknya mulai siram dengan jumlah air yang sedikit. Amati dan jika kurang tambah jumlah air secara bertahap.
  • Tanaman hias indoor (foliage) sangat baik ditanam pada media yang porous (mampu mengalirkan air dengan baik dan menyisakan sedikit genangan pada media tanam).
  • Jika anda tidak ingin sering-sering menyiram sebagai solusi untuk mengurangi interval penyiraman anda bisa menggunakan yang namanya hydrogel. Penggunaanya sangat simpel, tinggal campur hydrogel dengan media tanam. Hydrogel mampu mengikat air dalam kapasitas besar sehingga mampu mempertahankan kelembaban di area perakaran.

Terlalu sibuk dan sering lupa menyiram tanaman? Solusinya adalah hydgrogel.

Teknik Pemupukan

Sebenarnya tanaman hias indoor (tanaman hias daun) tidak membutuhkan terlalu banyak pupuk. Sebagai contoh adalah peace lily. Peace lily mampu tumbuh subur dengan interval pemupukan tiga bulan sekali.

Dilihat dari cara kerjanya, ada 4 jenis pupuk yang bisa dipilih, yaitu pupuk spray (khusus pupuk daun), pupuk kocor (pupuk tanah yang dicairkan), tabur (pupuk tanah yang tidak dicairkan tapi cukup ditabur) dan pupuk slow release berbentuk granul. Soal kandungan haranya (NPK) pilih yang seimbang contohnya adalah Growmore 20-20-20 dan Dekastar Plus 13-13-13 (slow release). Pilih juga pupuk yang diformulasikan dengan unsur hara makro dan mikro seperti yang dicontohkan.

Untuk dosisnya jangan terlalu dipusingkan. Untuk segala jenis tanaman sebaiknya pakai formula 1/2 dosis dari anjuran yang direkomendasikan pada label produk. Kemudian jangan sekali-kali mengaplikasikan pupuk tanah (soil-based fertilizer) dengan cara menyemprotkan ke bagian daun karena itu dapat membakar daun tanaman hias yang kita sayangi.

Solusi paling aman adalah menggunakan pupuk slow release. Menggunakan merek yang bagus seperti yang dicontohkan, dalam sekali pemupukan bisa bertahan hingga 6 bulan. Itu artinya dalam satu tahun kita cukup melakukan 2x pemupukan.

Demikian apa yang dapat kami bagian semoga bermanfaat.

Related articles

packing tanaman untuk dikirim

Tips Packing Tanaman Untuk Dikirim (Jualan Online)

Bisnis tanaman secara online kian menjamur karena permintaan pasar yang sangat tinggi. Bisnis ini memiliki resiko pengiriman yang cukup tinggi, apalagi jika tidak didukung dengan pengalaman dan pengetahuan yang tepat. Tanaman hidup ada yang mampu bertahan di pengiriman hingga berhari-hari dan ada yang sangat rentan layu/mati. Mengingat barang yang dikirim dalam kondisi hidup, maka diperlukan […]

menanam kencur di polybag

Menanam Kencur Di Polybag Memanfaatkan Lahan Sempit

Menanam kencur di polybag merupakan cara praktis dan juga efisien bagi anda yang memiliki keterbatasan lahan. Kencur adalah komoditas bernilai tinggi dengan kebutuhan pasar yang sangat banyak. Berapapun kapasitas yang anda produksi pasti bisa laku terjual, meskipun hanya sekilo. Harga kencur di pasaran cenderung stabil dan bahkan banyak naiknya. 1 kg kencur bisa tembus hingga […]

Tinggalkan Balasan