Greenify Your Life

Menanam Bunga Hoya: Keindahan, Keunikan dan Tips Perawatan

Bunga hoya

Kali pertama mengenal tanaman bunga Hoya langsung kepincut dengan keindahan plus keunikannya. Saya sendiri kurang begitu mendalami mengenai jumlah spesies tanaman hias yang satu ini mengingat yang saat ini dipelihara hanya beberapa jenis saja. Dengar-dengar dari kawan dan berdasarkan informasi di dunia maya, Hoya memiliki ratusan spesies tersebar di berbagai wilayah tropis khususnya Asia. Indonesia terpilih sebagai wilayah yang mampu menyuguhkan keanekaragaman spesies tanaman Hoya, tak lain karena kondisi geografis dan iklim yang dimiliki.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit coretan tentang pengalaman memelihara dan membudidayakan bunga hoya meski dalam level yang masih sangat pemula.

loading...

By the way tanaman Hoya atau yang sering disebut sebagai bunga Hoya atau Hoya saja, masih belum begitu populer di kalangan hobis tanaman hias. Tak seperti anggrek atau jenis tanaman hias lainnya yang sudah sangat populer dan mudah ditemui di nursery ataupun kios bunga. Kondisi ini juga memicu penasaran banyak orang tentang; berapa sih harga tanaman hoya? Bagaimana sih bentuknya? Bagaimana sih cara merawatnya? Dan seterusnya.

Langsung saja berikut ini adalah beberapa pengalaman yang sudah penulis dapatkan mengenai bagaimana cara menanam serta merawat bunga Hoya. Oh ya, tanaman yang sudah dirawat adalah hasil pemberian seorang teman. Beberapa diantaranya juga beli dari penghobi yang ada di daerah setempat.

Spesies yang saat ini sudah terkantongi identitasnya diantaranya adalah:

  1. Hoya Cinnamomifolia var. purpureofusca
  2. Hoya Verticillata
  3. Hoya Parasitica
  4. Hoya Cumingiana (terestrial)
  5. Hoya Diversifolia

Berdasarkan pengalaman, semua spesies tersebut tidak membutuhkan syarat pelik agar tumbuh subur dan rajin berbunga. Kunci kesuksesan dalam budidaya atau menanam Hoya terletak pada komposisi media tanam (jika di tanam pada pot) serta intensitas cahaya matahari. Agar lebih mudah dipahami mari kita ulas satu per satu.

Media Tanam Pot yang Cocok untuk Hoya

Pastikan terlebih dahulu Hoya yang anda miliki, apakah jenis epifit, terestrial ataukah litofit. Epifit adalah jenis tanaman yang hidupnya menempel di pohon lain. Terestrial hidup di tanah. Sedangkan tanaman litofit biasanya hidup di bebatuan tebing. Dari semua jenis tersebut Hoya epifit adalah yang paling banyak di temui di Indonesia.

Yang paling mudah dalam menanam Hoya epifit yaitu dengan metode tempel seperti pada papan pakis, papan kayu atau langsung pada pohon hidup. Jika anda lebih memilih metode potting karena alasan estetika maupun keterbatasan tempat, yuk kita pelajari komposisi metan (media tanam) yang paling pas untuk hoya epifit.

Kalau saya boleh bilang, cara menanam hoya di pot sangat mirip dengan menanam anggrek. Komposisi metan harus porous, tahan lama tidak cepat lapuk, dapat menyimpan kelembapan, serta mampu mengalirkan air dengan baik. Berdasarkan pengalaman berikut adalah beberapa jenis media tanam yang bisa digunakan.

  • Pakis cacah (single/campur)
  • Potongan kulit pinus (single/campur)
  • Pecahan batu bata / genteng (campur)
  • Potongan kayu (campur)
  • Arang (campur)

Dari semua bahan tersebut yang bisa digunakan secara single adalah pakis, potongan kulit kayu pinus ukuran small hingga medium (2 cm). Sementara pecahan batu bata / genteng, potongan kayu, arang dan sekam bakar sebaiknya tidak digunakan secara single karena beberapa kelemahan yang dimiliki. Solusinya anda bisa membuat campuran metan seperti berikut ini:

  • Arang + pakis cacah dengan perbandingan 1:1
  • Arang + Potongan kulit pinus dengan perbandingan 2:1
  • Pakis cacah + pecahan batu bata/genteng dengan perbandingan 2:1

Menyusun Media Tanam Campur

Jika menggunakan metan campur sebaiknya metan tidak langsung dicampur melainkan disusun berlapis-lapis. Lapisan paling bawah sebaiknya merupakan metan yang bentuknya paling kasar untuk membantu drainase dan suplai udara dari lubang pot bawah. Perlu diingat bahwa jika media terlalu lembap karena ada endapan air bisa menyebabkan busuk akar.

Misalnya kita memakai metan campur antara arang dan pakis. Maka arang disusun pada lapisan paling bawah dan pakis pada lapisan atas.

Memilih Pot yang Bagus untuk Hoya

Seperti halnya memilih pot untuk anggrek, hoya juga memerlukan rongga udara seperti yang saya singgung di atas. Pot yang bagus untuk hoya harus memiliki lubang drainase banyak. Solusinya anda bisa membuat lubang tambahan jika menggunakan pot plastik. Jika menggunakan pot tanah liat (teracota) biasanya sudah diberi lubang banyak di sisi bawah maupun samping.

Terkadang kita ingin menanam hoya di pot semen untuk dirambatkan pada trelis. Nah kalau kita beli pot semen biasanya lubangnya hanya ada satu di bawah bagian tengah. Solusinya kita bisa memberi lubang tambahan dengan cara dibor.

Metode Tanam Tempel

Jika pot bukan pilihan anda, maka hoya juga sangat senang dengan sistem tanam tempel sesuai dengan habitat aslinya (khusus hoya epifit). Media tempel yang bisa digunakan contohnya seperti batang kayu dan papan pakis yang dibalut dengan moss untuk menjaga kelembapan. Metode ini sangat cocok jika anda memiliki spot yang agak lembab dan teduh, misalnya di bawah kanopi untuk melengkapi tanaman indoor.

Kebutuhan Sinar Matahari

Tanaman hoya tidak memerlukan banyak sinar matahari alias suka teduh. Malahan jika terkena matahari langsung bisa mati. Kalau anda tidak memiliki lokasi teduh di sekitar rumah, solusinya bisa membuat naungan dengan shading net (paranet). Soal daya tangkisnya kita bisa memilih yang paling umum di pasaran yaitu 60%. Dengan begitu cahaya yang diteruskan hanya 40% saja. Jika kurang dari itu tidak ada masalah.

Tips Perawatan

Penyiraman

Agar tanaman hoya tetap terlihat segar dan subur tapi tetap terkontrol percabangan sulurnya (agar tidak tumbuh terlalu cepat) maka penyiraman bisa dilakukan ketika media sudah kering saja. Artinya, penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari – hanya kalau media sudah kering hingga lapisan paling bawah. Terlalu banyak pernyiraman juga bisa menimbulkan penyakit khususnya pada bagian perakaran.

Pemupukan

Soal pemupukan juga tidak perlu dilakukan sering-sering. Kalau anggrek bisa dipupuk seminggu sekali, anda bisa memupuk hoya 2 minggu sekali. Jika terlalu sering dipupuk maka hoya akan cepat menjalar sehingga penataanya akan lebih sulit lagi.

Jenis pupuk yang bisa dipakai adalah pupuk daun dengan cara spray ke daun.

Pruning dan Penataan Tanaman

Terakhir yang tidak kalah penting adalah melakukan pruning (pemangkasan) dan penataan. Jika tidak rutin di pruning maka tanaman ini bisa menjalar kemana-mana. Perlu diingat ketika pruning jangan sampai memotong bagian tongkol bekas bunga karena tongkol tersebut masih bisa berbunga berkali-kali.

Happy Planting!

Related articles

cara merawat tanaman peace lily

Merawat Tanaman Peace Lily Agar Tetap Segar dan Mengkilap

Merawat bunga Peace Lily itu sangat mudah jika sudah tahu apa saja syarat dan kebutuhan hidupnya. Terlepas dari jenis yang anda miliki, hampir semua jenis Peace Lily (Spatiphyllum spp.) butuh perawatan yang hampir sama. Jika sampai hari ini anda masih bingung cari cara bagaimana merawat tanaman Peace Lily agar terlihat segar dan mengkilap, berikut kami […]

tanaman gantung tahan panas

10 Ide Tanaman Gantung Tahan Panas dan Hujan

Dari sekian banyak macam tanaman gantung yang bisa anda pilih di toko bunga, mungkin hanya beberapa saja yang tergolong sebagai tanaman gantung tahan panas. Tanaman hias gantung tahan panas adalah tanaman yang mampu hidup pada lokasi dengan temperatur tinggi. Pada kategori ini biasanya ada dua kelompok yaitu tanaman yang benar-benar kuat hidup secara full sun […]

2 Komentar

Tinggalkan Balasan