Greenify Your Life

Jenis Moss Media Tanam Anggrek Paling Populer dan Aplikasinya

jenis moss media tanam anggrek

Pertama, yang dapat kita pelajari tentang jenis moss media tanam anggrek paling populer dan banyak diperjual belikan adalah yang diistilahkan dengan moss putih dan moss hitam. Dalam artikel kali ini kita akan mencoba mengulas kedua jenis moss tersebut dan mengetahui kelebihan serta kekurangannya, plus mengetahui bagaimana aplikasi yang tepat dari kedua jenis moss tersebut untuk menanam anggrek.

Kedua, kita wajib tahu bahwa moss itu sendiri adalah tanaman jenis lumut. Dan kalau kita pernah dengar istilah Sphagnum moss, sejatinya itu merujuk pada genus tanaman lumut  yang sebenarya masih dapat dirinci lagi ke dalam beberapa spesies . Sphagnum moss paling kondang di pasaran adalah yang berasal dari daratan Amerika dengan cirikhas teksturnya agak tebal berwarna putih. Dalam keadaan kering moss ini mampu mengikat air dengan baik dan tidak cepat lapuk sehingga sangat cocok untuk menanam anggrek.

loading...

Moss Putih a.k.a Sphagnum moss

sphagnum moss media tanam anggrek

Moss putih dikenal juga dengan nama moss chile dan peat moss. Moss putih dapat dipakai untuk menanam anggrek yang membutuhkan kelembapan tinggi contohnya adalah genus phalaenopsis (anggrek bulan). Ada beberapa kelebihan Sphagnum moss sebagai media tanam anggrek yaitu:

  • Memiliki daya simpan air yang sangat tinggi
  • Tidak mudah lapuk
  • Mampu menciptakan ekosistim mikroorganisme di sekitar perakaran sehingga dapat memacu pertumbuhan anggrek.
  • Bisa dikombinasikan dengan pupuk slow release untuk menghemat waktu dan biaya pada kebun anggrek areal luas.
  • Mampu menghemat kebutuhan media tanam (isian pot) karena pemakaiannya cukup sedikit jika dibandingkan dengan media tanam lain.
  • Bisa dikombinasikan dengan media tanam lain seperti arang
  • Hemat air karena penyiraman biasanya cukup dengan semprotan kabut saja.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, ternyata ada beberapa catatan yang harus diperhatikan ketika memakai Sphagnum moss sebagai media tanam anggrek. Supaya tepat guna media jenis ini tidak boleh basah terlalu lama, kontra dengan sifatnya yang sangat mudah jenuh air. Media yang jenuh air terlalu lama akan membuat moss tersebut bersifat asam dan secara otomatis akan mempengaruhi kesehatan anggrek. Cara agar tidak jenuh air adalah dengan memodifikasi teknik penyiraman, baik itu dengan interval waktu yang tepat ataupun dengan alat penyiraman khusus / dimodifikasi sedemikan rupa.

Fakta unik sphagnum moss yang membuat harganya lumayan mahal

Dibanding dengan jenis media tanam anggrek lain, sphagnum moss cenderung lebih mahal. Selain karena faktor impor, memang sphagnum moss ini tidak bisa tumbuh (dibudidayakan) disembarang tempat.

Menurut salah satu produsen sphagnum moss terbesar, Wisconsin dalam publikasinya  menyatakan bahwa sphagnum moss ternyata siap dipanen ketika berumur 7 hingga 10 tahun dengan ukuran tanaman mencapai 30 cm (12 inch).  Belum lagi daerah yang bisa digunakan untuk budidaya sphagnum moss adalah daerah-daerah yang memiliki karakter geografis tertentu, terutama yang memiliki tipe aktifitas glester khusus. Menurut situs tersebut beberapa negara yang memproduksi sphagnum moss diantaranya ada negara Chile, Norwegia, Jepang, New Zealand, dan Argentina.

Moss Lokal

Moss lokal biasanya didapat dari hutan di Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi. Moss ini bersumber dari berbagai jenis tumbuhan lumut yang biasanya hidup di lantai hutan dan batang kayu. Moss ini ketika sudah kering juga bisa digunakan sebagai media tanam anggrek akan tetapi kurang bagus karena daya serap airnya rendah, kurang elastis, mudah rapuh dan posturnya kecil-kecil. Jika sudah mengering moss ini biasanya berwarna kuning kecoklatan tidak putih seperti Sphagnum moss.

Moss Hitam yang Sebenarnya Bukan Moss

Mungkin istilah moss hitam dulunya muncul begitu saja karena masyarakat sudah terlanjur akrab dengan Sphagnum moss itu sendiri. Yang disebut-sebut dengan moss hitam tersebut sebenarnya sama sekali tidak berasal dari tumbuhan lumut dan lebih tepatnya berasal dari tumbuhan paku (fern) terutama golongan Asplenium atau yang lebih populer dengan sebutan kadaka.

Akar tumbuhan kadaka ini secara alami berfungsi untuk menyimpan air dan nutrisi untuk menopang tumbuh-kembang tanaman itu sendiri. Semakin lama, akar tersebut akan semakin tebal.

Dengan kemiripan karakternya terhadap Sphagnum moss, maka masyarakat lokal sering menjadikan akar kadaka sebagai alternatif media tanam anggrek yang notabene harganya jauh lebih murah.

Bentuk dan tekstur moss hitam ini secara umum ada 2 yaitu kasar dan lembut – tergantung jenis spesies tumbuhannya. Contohnya adalah akar kadaka yang dihasilkan oleh tumbuhan Asplenium nidus memiliki ‘moss’ bertekstur lembut dengan daya simpan air tinggi. Moss hitam jenis ini memiliki karakter dan kelebihan yang hampir mirip dengan Sphagnum moss impor.

Related articles

langkah sterilisasi media tanam anggrek

Sterilisasi Media Tanam Anggrek Step by Step Anti Gagal

Sterilisasi media tanam anggrek penting kita lakukan sebelum tancap tanaman, khususnya jika kita memakai bahan baku yang membawa sumber penyakit bagi anggrek seperti cendawan (jamur), gulma, atau pengganggu lainnya. Memang ada beberapa media tanam yang bisa langsung digunakan tanpa harus distresil misalnya adalah arang, hydroton, dan stereofoam karena bahan-bahan tersebut merupakan hasil olahan yang rata-rata […]

pupuk organik untuk anggrek

Pupuk Organik Untuk Anggrek? Apakah Dianjurkan?

Merawat anggrek memang penuh dengan tantangan dan keasyikan. Bukan hanya asyik soal keragaman varietasnya, tapi juga bagaimana cara menumbuhkan anggrek agar subur dan membungakannya. Di dalam semua aktifitas itu kita tidak bisa lepas dari yang namanya pemupukan. Dan dalam pemupukan sendiri ada banyak teknik yang bisa dilakukan termasuk penggunaan pupuk organik. Yang menjadi pertanyaan, apakah […]

Tinggalkan Balasan