Greenify Your Life

Hindari 7 Kesalahan Dalam Memupuk Anggrek Berikut Ini

kesalahan dalam memupuk anggrek

Kesalahan dalam memupuk anggrek kerap dialami oleh yang baru memelihara tanaman hias eksotis ini. Kesalahan dalam memupuk bisa berakibat buruk terhadap pertumbuhan anggrek, yang seharusnya bisa memberikan bonus bunga yang cantik, yang terjadi malah hanya menunggu dan terus menunggu.

Soal penyediaan nutrisi terhadap anggrek ternyata sama sekali berbeda dengan penyediaan nutrisi terhadap tanaman terestris seperti yang biasa kita lakukan. Ada perlakuan khusus yang harus diterapkan supaya pupuk berperan sebagai pupuk bukan malah menghambat pertumbuhan anggrek apalagi merusaknya.

loading...

Kenapa anggrek butuh pupuk?

Anggrek butuh pupuk karena kita pelihara di lingkungan buatan, dimana lingkungan tersebut memang tidak sesuai dengan spesifikasi habitat anggrek itu sendiri. Tak heran kita sering melakukan modifikasi media tanam, pot, kelembapan, intensitas sinar matahari, dan sirkulasi udara agar semua itu mendukung pertumbuhan anggrek mirip di habitat asli.

Di habitat aslinya anggrek menyerap nutrisi dari lingkungan sekitar, baik itu dari udara, tumbuhan yang ditumpanginya, air hujan, dan lain sebagainya.

Anggrek bukan pemakan yang rakus

Untuk memenuhi hidupnya menjadi tanaman dewasa dan melakukan regenerasi ternyata anggrek tidak banyak membutuhkan nutrisi (slow feeder). Oleh karena itu pemupukan yang paling optimal sebenarnya hanya diberikan setelah masa berbunga (setelah bunga rontok). Kemudian jika ingin menerapkan pemupukan rutin, banyak pakar menganjurkan hanya memakai pupuk setengah dosis saja. Itu pun frekuensinya hanya seminggu sekali atau satu bulan sekali saja.

Supaya tidak salah lagi, hindari tujuh kesalahan dalam memupuk anggrek berikut ini:

Tidak Menyiram Terlebih Dahulu

Memupuk anggrek dalam kondisi kering dapat langsung membakar bagian daun dan akar, apalagi pupuk yang mengandung kadar nitrogen tinggi. Cara pemupukan yang benar adalah tepat setelah penyiraman.

Memupuk Anggrek Disaat Temperatur Tinggi

Temperatur tinggi identik di saat siang bolong. Pada saat itu suhu di Indonesia bisa lebih dari 30 derajat celsius. Ditambah dengan intensitas cahaya matahari full adalah disaat tanaman melakukan fotosintesis. Pemupukan disaat seperti ini dijamin langsung membakar daun atau istilahnya adalah sunburn.

Terlalu Sering Meskipun Sesuai Dosis

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa anggrek bukan pemakan yang rakus. Anda bisa membuktikan dengan merawat anggrek tanpa pemupukan sama sekali. Anggrek masih mampu tumbuh dengan hanya mengandalkan penyiraman saja, tapi tidak akan maksimal. Frekuensi pemupukan yang dianjurkan adalah seminggu sekali atau sebulan sekali.

Untuk jenis-jenis anggrek yang memiliki masa dorman, seperti anggrek Catasetum (Fredclarkeara ‘FDK’ After Dark, dkk), ketika masuk masa dorman (daun gugur kemudian berbunga) banyak yang menganjurkan untuk tidak dipupuk sama sekali hingga masuk masa pertumbuhkan aktif kembali.

Pemupukan Dosis Tinggi

Pemupukan dosis tinggi dapat menyebabkan plasmolisis tak lain karena konsentrasi garam (salt) yang berlebihan (hipertonik). Hipertonik (garam dengan konsentrasi tinggi) mampu mengeluarkan cairan pada sel tanaman (dalam kasus ini adalah daun) sehingga sel tersebut menjadi layu. Jika sel-sel daun sudah cedera maka bisa saja terjadi pada kematian dini pada sel dan jaringan hidup pada daun. Efek ini disebut sebagai nekrosis.

Tidak Memperhatikan Unsur Yang Terkandung

Semua pupuk majemuk memiliki unsur N (nitrogen), P (fosfor) dan K (kalium). Kelalaian yang paling sering terjadi ketika memupuk anggrek adalah tidak memperhatikan jenis N (nitrogen) yang terkandung dalam pupuk tersebut. Pupuk NPK yang bagus untuk anggrek adalah yang mengandung sedikit Urea (senyawa nitrogen) atau tidak memakai Urea sama sekali.

Selanjutnya, jenis pupuk yang paling bagus untuk anggrek adalah pupuk foliar alias pupuk daun.

Mencampur Pupuk Dengan Pestisida Sintetis / Kimia

Meskipun tidak memberikan efek fatal, tapi dapat mempengaruhi kinerja keduanya. Salah satu contoh kasus, misalnya pupuk tertentu memiliki sifat pH asam (rendah/kurang dari 7) dan pestisida memiliki sifat pH basa (tinggi/lebih dari 7). Nah, ketika masing-masing senyawa kimia / bahan aktif bertemu pastinya tidak akan akur dan mengurangi efektifitas masing-masing.

Tidak Memperhatikan Defisiensi Unsur Tertentu

Pupuk dengan konsentrasi NPK seimbang (20-20-20, 18-18-18, dsb) pada dasarnya bisa diaplikasikan pada tanaman anggrek di semua fase pertumbuhannya (kecil hingga dewasa). Sebagai orang awam, terkadang kita melakukan kesalahan dengan mengabaikan kondisi defisiensi (kekurangan unsur hara tertentu) yang bisa saja terjadi meskipun kita sudah memakai pupuk NPK seimbang secara teratur.  Defisiensi unsur P (fosfor) pada anggrek misalnya bunga tidak mekar sempurna dan akar kurang subur. Sebaliknya, anggrek yang menerima unsur hara tertentu secara berlebihan juga tidak bagus.

Dalam mengamati tentang defisiensi ini kita juga tidak boleh lengah dari kemungkinan adanya OPT (organisme penggangu tanaman) anggrek yang gejalanya bisa saja mirip. Jadi kita harus teliti dan cermat.

Related articles

jenis-jenis pupuk growmore

Jenis Pupuk Growmore Paling Populer dan Kegunaanya

Jenis pupuk Growmore yang paling populer di Indonesia adalah konsentrasi NPK 20-20-20, NPK 32-10-10, NPK 10-55-10 dan NPK 6-30-30. Selain dari pada itu sebenarnya masih ada banyak formula yang dikeluarkan oleh Growmore tapi disini kurang populer. Oh ya, Growmore itu sendiri adalah jenis pupuk daun majemuk yang memiliki formulasi bermacam-macam. Ada yang komplit dengan kandungan […]

media tanam anggrek bulan

Media Tanam Anggrek Bulan (Pilihan yang pas sesuai selera)

  Sebenarnya apa sih media tanam anggrek bulan yang paling bagus? Saya sangat yakin bahwa setiap orang punya pilihannya yang terbaik! Kenapa demikian?  Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi baik tidaknya media tanam, dan yang paling berpengaruh pada pertumbuhan anggrek adalah kebiasaan setiap hobyist dalam memperlakukan anggrek bulan yang mereka rawat. Jadi anggrek yang bagus […]

Tinggalkan Balasan