Greenify Your Life

Cara Sederhana Membuat Pestisida Nabati Bawang Putih

membuat pestisida nabati bawang putih

Banyak sekali literatur dan temuan akademisi yang mengungkapkan manfaat ekstrak bawang putih sebagai pestisida nabati. Zat-zat bioaktif yang terkandung dalam bawang putih memiliki sifat repellent (penolak) hingga efek memusnahkan bagi hama. Senyawa aktif yang terkandung bukan hanya berfungsi sebagai insektisida, akan tetapi juga akarisida, fungisida dan bahkan bakterisida. Oleh karena itu jangan heran kalau bumbu dapur tersebut selalu hadir dalam daftar tanaman berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan pestisida.

Prinsip dasar dalam pembuatan semua pestisida nabati termasuk juga membuat pestisida nabati bawang putih, semuanya butuh proses yang namanya ekstraksi untuk mengeluarkan senyawa-senyawa yang berfungsi sebagai pestisida tersebut. Proses ekstraksi bisa dilakukan dengan cara sederhana dengan alat yang sederhana pula dan juga bisa dilakukan secara cermat di laboratorium. Tapi semua prinsipnya adalah sama, meskipun kualitas ekstrak yang dihasilkan belum tentu sama.

loading...

Nah dalam artikel ini kami ingin berbagi tentang cara sederhana membuat pestisida nabati bawang putih. Goal dari pada teknik ini adalah menghasilkan ekstrak bawang putih yang nantinya bisa diaplikasikan langsung untuk membunuh hama seperti ulat, siput, keong, tungau dan kutu daun. Selain itu ekstrak ini juga bisa dikolaborasikan dengan ektrak tanaman lain untuk meningkatkan daya bunuh terhadap hama sasaran.

Ada pengalaman menarik yang penulis bisa simpulkan di bagian akhir artikel ini tentang pestisida bawang putih untuk membunuh tungau anggrek seperti Tenuipalpus pacificus (dikenal juga dengan nama Phalaenopsis mite > petani anggrek biasa menyebutnya dengan kutu sisik, dsb) dengan perlakuan yang super telaten.

Kolaborasi Ekstrak Bawang Putih dan Tanaman Lain

Pada umumnya ekstrak bawang putih selalu dikolaborasikan dengan ekstrak tanaman lain untuk meningkatkan daya bunuh hama. Ada yang mengkolaborasikan dengan ekstrak nikotin (tembakau) untuk akarisida pembunuh hama jenis kutu-kutuan dan tungau, ada yang mengkolaborasikan dengan ekstrak daun / biji mimba (neem oil) untuk mengendalikan hama spektrum luas (terget penyemprotan lebih dari satu hama) dan lain sebagainya.

Kendatipun demikian, ekstrak bawang putih sejatinya bisa diaplikasikan secara individu tanpa campuran bahan lain seperti yang telah dilakukan (diteliti) oleh staf pengajar Jurusan Hama dan Penyakit  Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Hasnah dan Ilyas Abubakar. Kedua peneliti tersebut telah membuktikan efektifitas (semakin tinggi presentase ekstrak semakin bagus) bawang putih untuk mengendalikan hama ulat pada tanaman sawi. [Referensi dicantumkan di bawah artikel]

Membuat Pestisida Nabati Bawang Putih Cukup Dengan Teknik Ekstrak Maserasi (Perendaman)

Kelebihan teknik ini adalah tidak membutuhkan stok bawang putih yang banyak, sehingga cukup efisien diterapkan untuk ukuran lahan yang agak luas. Caranya adalah sebagai berikut:

cara membuat pestisida bawang putih
Irisan Bawang Putih Proses Ekstrak ke-3

Proses Pembuatan:

  • Siapkan bawang putih (semakin banyak semakin bagus)
  • Botol plastik atau kaca (botol kaca lebih bagus)
  • Iris tipis bawang putih (seperti mau bikin tumis) dan masukkan ke dalam wadah botol.
  • Penuhi botol dengan air
  • Diamkan minimal 2 jam

Nb:

Untuk memulai percobaan dan agar tidak bingung anda bisa memakai takaran 2 siung bawang putih untuk 1,5 liter air (pakai botol air minum). Selanjutnya jika dosis tersebut kurang manjur anda bisa menambah jumlah siung bawang putih.

Aplikasi:

  • Ambil air hasil ekstraksi (irisan bawang putih jangan dibuang dan biarkan di dalam botol)
  • Langsung semprot / kocor pada sasaran tanpa mencampur dengan air atau bisa juga dicampur dengan ekstrak tanaman pestisida nabati lain untuk menambah fungsinya.

Refill Botol Dengan Air:

Inilah sebenarnya keunikan bawang putih dibanding dengan jenis bahan pestisida nabati lain. Anda bisa ekstrak kembali irisan bawang putih tadi hingga beberapa kali pemakaian sampai fisik irisan hancur dan tidak bisa diekstrak lagi. Cukup efisien dan hemat  bukan?

Awas Meledak!

Ketika melakukan ekstraksi terutama ketika menunggu jeda waktu aplikasi entah itu karena kesibukan atau menunggu jadwal penyemprotan berikutnya, akan timbul gas dari dalam botol. Dan kalau itu dibiarkan cairan bisa meledak. Cek setiap hari atau jangan merapatkan tutup botol.

Pengalaman Membuat Pestisida Nabati Bawang Putih Sasaran Tungau Anggrek

Hasilnya cukup memuaskan dengan treatment penyemprotan setiap 3 hari sekali (menunggu media tanam kering). Ekstrak bawang putih dibuat persis seperti cara di atas tapi ada tambahan bahan nabati lain yaitu ekstrak tembakau dan ekstrak daun mimba. Penyemprotan terus dilakukan sampai tungau anggrek hilang. Klik link berikut ini untuk cerita selengkapnya.

Demikian apa yang dapat kami bagikan, jangan lupa share  dan semoga bermanfaat.

Pranala Luar:

https://media.neliti.com/media/publications/218816-efektivitas-ekstrak-umbi-bawang-putih-al.pdf

Related articles

pestisida nabati daun mimba

Cara Sederhana Membuat Pestisida Nabati Daun Mimba

Pestisida daun mimba sering dipilih untuk mengendalikan berbagai macam hama pengganggu pada tanaman karena beberapa alasan, salah satunya adalah bahan aktif yang dikandung. Daun mimba maupun biji mimba telah lama diketahui mengandung lebih dari satu senyawa kimia sehingga ekstrak daun / biji mimba bisa dijadikan sebagai pestisida nabati spektrum luas (broad spectrum). Dengan kata lain, […]

Cara Basmi Hama Tungau Pada Anggrek Pakai Akarisida Nabati

Cara basmi hama tungau pada anggrek jika akarisida yang dijual di pasaran sudah tak lagi mempan, alternatifnya adalah kembali ke teknik alami dan organik. Yuk kenali gejalanya dan cara pengendaliannya. Tungau Pada Anggrek di Indonesia Tungau atau yang lebih akrab disebut sebagai kutu yang kerap menyerang anggrek menurut literatur ada beberapa macam, yang paling sering […]

1 Komentar

Tinggalkan Balasan