Greenify Your Life

Cara Mengolah Sekam Mentah untuk Media Tanam

cara mengolah sekam mentah untuk media tanam

 

Mungkin judul ini terkesan aneh dan agak tak lazim dikalangan para praktisi maupun penggiat tanam-menanam, karena sekam mentah cenderung biasa digunakan secara langsung tanpa harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Nah yang jadi pertanyaan, apakah itu sudah tepat? Menurut pengalaman pribadi, sekam mentah tetap bisa digunakan tanpa harus diolah. Meski demikian, jika kita olah terlebih dahulu maka hasilnya akan lebih baik.

Cari tahu apa saja kekurangan media tanam sekam mentah yang tidak diolah dan apa saja keuntungan jika diolah. Plus ada beberapa  cara mengolah sekam mentah untuk media tanam baik untuk isian pot, polibag, maupun sebagai campuran tanah yang ada di lahan.

loading...

Kemungkinan yang Terjadi Jika Sekam Mentah Tidak Diolah

Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi ketika anda memakai media tanam sekam mentah secara langsung tanpa diolah, yaitu:

  • Ada potensi untuk ditumbuhi jamur atau cendawan. Cendawan seringkali berkembang biak dari dalam sekam mentah terutama jika media tanam tersebut terus lembab. Pada awalnya cendawan ini berbentuk seperti benang berwarna putih dan sangat cepat menyebar. Karena jamur cenderung bersifat saprofit atau bahkan parasit, sering kali jamur-jamur ini menyebabkan busuk akar. Berikut adalah contoh jamur yang tumbuh pada media tanam sekam bakar yang tidak diolah.

  • Tumbuh benih padi dari sisa penggilingan. Disini kita tidak ingin menanam padi lo ya, jadi padi yang tumbuh tersebut sifatnya berubah menjadi gulma. Meskipun kita bisa mencabutnya, tapi itu juga butuh waktu dan tenaga. Kalau anda tidak menginginkan hal ini terjadi, sekam mentah bisa difermentasi.
  • Kemungkinan adanya proses pengomposan baik aerobik maupun anaerobik (khususnya pada media tanam yang terlalu padat) yang dapat meningkatkan suhu di area perakaran. Masalah ini bisa timbul sangat cepat terutama pada saat mencampur media sekam mentah dengan bahan organik lain yang belum sempurna terurai. Kita tidak tahu persis berapa banyak mikroba yang ada pada bahan tersebut. Jadi apabila populasi mikroba yang ada sangat banyak, secara otomatis itu akan mempercepat proses penguraian yang biasanya disertai dengan kenaikan suhu. Nah, kenaikan suhu ini juga dapat menyebabkan busuk akar atau bahkan busuk batang bawah, apalagi untuk tanaman muda.

Untuk menghindari hal-hal tersebut, kita bisa mengolah sekam mentah dengan cara yang cukup sederhana. Berikut adalah pilihan yang bisa anda terapkan.

Cara Mengolah Sekam Mentah untuk Media Tanam + Manfaatnya

Fermentasi

Fermentasi sekam mentah bisa dilakukan dengan atau tanpa campuran bahan organik lain. Bahan organik yang bisa dicampurkan bisa kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran ayam ataupun dedaunan kering yang sudah dicacah terlebih dahulu. Fermentasi dilakukan secara anaerobik (bahan setengah basah ) untuk mempercepat proses pengomposan menggunakan bantuan starter mikroorganisme seperti EM4 atau merek lain. Semakin banyak tumpukan / gundukan bahan, semakin mempersingkat waktu fermentasi. Boleh juga mengkombinasikan beberapa jenis mikroorganisme agar hasilnya maksimal.

Cara mengolah sekam mentah dengan teknik ini akan meningkatkan mutu sekam baik dengan atau tanpa campuran bahan organik lain. Selain itu, proses fermentasi juga dapat menekan pertumbuhan cendawan dan gulma.

Merendam Kedalam Larutan Fungisida

Opsi ini bisa anda terapkan untuk mencegah adanya cendawan atau jamur. Caranya, rendam sekam mentah ke dalam air yang sudah dicampur dengan fungisida selama minimal 1 jam. Setelah itu sekam ditiriskan dan sudah siap digunakan untuk menanam.

Tunggu Setengah Lapuk

Opsi ini biasanya digunakan oleh para pedagang bunga karena dianggap paling praktis. Para pedagang bunga biasanya mendatangkan sekam mentah dalam jumlah besar kemudian stok ditumpuk di luar ruangan dan didiamkan hingga warnanya berubah menjadi agak kusam. Proses ini memakan waktu cukup lama – hitungan minggu hingga bulan.

Saat menumpuk sekam mentah tersebut jangan ditempatkan dalam wadah  seperti karung karena dalam beberapa minggu sudah terjadi peningkatan suhu yang dengan mudahnya akan melapukkan wadah tersebut.

Demikian tips sederhana mengenai cara mengolah sekam mentah yang bisa anda coba di rumah. Happy Planting!

Related articles

merawat tanaman indoor

Tips Cerdas Merawat Tanaman Indoor Agar Tetap Menarik

Di posting sebelumnya kita sudah membahas tentang tanaman apa saja yang bisa ditanam secara indoor, diantaranya sangat cantik di taruh di atas meja. Lainnya bisa ditempatkan di sudut rumah, di samping tempat tidur, atau bahkan di sudut ruang tamu. Nah, untuk merawat tanaman hias indoor seperti yang dicontohkan dalam artikel tersebut diperlukan tips dan trik […]

menanam kencur di polybag

Menanam Kencur Di Polybag Memanfaatkan Lahan Sempit

Menanam kencur di polybag merupakan cara praktis dan juga efisien bagi anda yang memiliki keterbatasan lahan. Kencur adalah komoditas bernilai tinggi dengan kebutuhan pasar yang sangat banyak. Berapapun kapasitas yang anda produksi pasti bisa laku terjual, meskipun hanya sekilo. Harga kencur di pasaran cenderung stabil dan bahkan banyak naiknya. 1 kg kencur bisa tembus hingga […]

4 Komentar

  1. Apakah saat proses fermentasi sekam dalam wadah perlu diaduk per minggu, beberapa orng melakukan fermentasi dengan di rendam dg air fermentsinya didalam tong. Adukan itu mereka bilang supaya merata proses fermentasinya. Sedangkan ada juga orng melakukan fermentasi seperti yg dijelaskan di artikel ini, dibuat setengah basah kemudian ditutup diwadah kedap udara. Yg betul yg mana ya.

    1. Tidak perlu diaduk, cukup masukkan tangan ke dalam media. Sekiranya tidak hangat / panas berarti proses fermentasi gagal. Salah satu cirinya jika fermentasi berhasil sang mikroba menunjukkan aktifitas, yaitu memproduksi panas. Ini pengalaman ketika melakukan fermentasi secara anaerob. Oh ya, saya tidak menggunakan wadah seperti drum, tapi cukup menumpuk bahan di atas tanah kemudian ditutup pakai plastik dan sekelilingnya dirapatkan menggunakan tanah. Biasanya kalau dalam sepekan tidak juga menunjukkan aktifitas (media terasa hangat / panas), sekam saya semprot lagi menggunakan mikroba hingga setengah basah dan ditutup kembali. Lain hal kalau kondisi sekam terlalu panas, sebaiknya tutup dibuka sebagian untuk beberapa saat kemudian ditutup kembali. Memang perlu sering-sering dikontrol. Kalau kepanasan sekam bisa hancur jadi abu. Semoga menjawab.

    1. Yup, itulah kelemahannya kalau sekam mentah tidak diolah terlebih dahulu gan. Kalau jamur biasanya kelihatan kok. Yang paling sering sih kenaikan suhu di area perakaran jadinya gosong. hehe

Tinggalkan Balasan