Greenify Your Life

Cara Menanam Anggrek dengan Media Sabut Kelapa Olahan

cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa

Dalam artikel ini kami akan mencoba berbagi tips terkait cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa berdasarkan pengalaman. Sebenarnya menanam anggrek menggunakan sabut kelapa gampang-gampang susah, apalagi untuk pertama kali. Sabut kelapa sering dijadikan sebagai alternatif media tanam anggrek karena mudah di dapat dan harganya murah. Pun begitu, sabut kelapa tidak lantas bisa dipakai sebagai media tanam begitu saja tanpa pengolahan. Nah, untuk cara mengolah sabut kelapa sendiri sebenarnya cukup rumit dan memakan waktu jika dilakukan secara manual. Oleh karena itu artikel ini hanya fokus pada cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa olahan alias yang sudah siap pakai.

Di pasaran ada beberapa macam bentuk sabut kelapa olahan, diantaranya adalah cocochips, coco fiber, sabut kelapa utuh, dan pot sabut kelapa. Berikut adalah penjelasan dan cara pakainya secara umum.

loading...

Cocochips

Cocochips umumnya dipakai untuk pot. Kekurangannya ia terlalu banyak menyimpan air. Oleh karena itu penggunaanya harus dicampur dengan media lain yang lebih porous. Tujuannya untuk mengurangi kelembapan serta memperlancar drainase.

Coco Fiber

Coco fiber memiliki banyak keunggulan. Dia tidak banyak menyimpan banyak air dan bisa digunakan untuk isian pot, tanam tempel dan juga gantung.

Sabut Kelapa Utuh

Sabut kelapa utuh umumnya digunakan untuk menanam anggrek dengan teknik gantung atau tempel.

Pot Sabut Kelapa

Untuk yang satu ini, tinggal pakai saja. Untuk isian kita bisa memakai arang, pakis cacah ataupun coco fiber itu sendiri.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan media sabut kelapa untuk menanam anggrek di dalam pot

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menanam anggrek dalam pot menggunakan media sabut kelapa.

Sabut Kelapa Tak Seawet Pakis Maupun Arang

Pertama kita harus memahami bahwa usia sabut kelapa tidak seawet pakis cacah ataupun arang. Setelah lapuk, sabut kelapa akan hancur dan mengendap di dasar pot. Otomatis itu akan mengurangi porositasnya dan menyimpan terlalu banyak air sehingga mudah menyebabkan busuk akar. Idealnya sabut kelapa bisa bertahan hingga 1 tahun setelah itu kita harus ganti bagian-bagian yang sudah hancur (lapuk) dengan sabut kelapa yang baru.

Pilih Pot yang Tepat

Kedua adalah pemilihan pot itu sendiri. Dengan menggunakan sabut kelapa kita tidak boleh asal memilih pot. Pot yang ideal adalah yang memiliki banyak lubang drainase dan rongga udara. Pot bisa berbahan plastik, semen maupun tanah liat (terracota). Dewasa ini banyak yang memilih pot untuk hidroponik (net pot) yang secara khusus memang didesain sedemikian rupa dan harganya lumayan terjangkau ketimbang pot khusus anggrek.

Isian Media Dalam Pot

Ketiga adalah memperhatikan volume sabut kelapa yang kita gunakan. Apabila kita pakai cocohips, sebaiknya pot jangan diisi dengan cocochips semua. Kita bisa menyiasatinya dengan membuat layer atau lapisan dengan kombinasi media tanam lain seperti pakis cacah kasar, pecahan batu-bata / genteng maupun arang.

Contoh isian cocohips pot besar (diameter 20 cm up)untuk menanam anggrek dewasa:

  • Pada lapisan paling bawah kita isi dengan media yang sangat porous seperti pakis cacah kasar, pecahan batu-bata atau arang.
  • Kemudian buat lapisan tipis di atasnya dengan isian cocohips.
  • Lapisi lagi dengan media yang sangat porous (tipis)
  • Tanam anggrek dan sesuaikan agar pangkal batang tingginya sudah sama dengan batas atas pot. Jangan sampai pangkal batang (pseudobulb) tertimbun oleh media tanam. Misalnya ada sedikit akar yang terekspos keluar tidak jadi masalah.
  • Penuhi sekeliling akar dengan cocohips sampai pangkal batang.

Berbeda lagi jika isiannya menggunakan coco fiber. Coco fiber sudah tidak memiliki gabus (peat) dan yang pasti sifatnya lebih porous dan cepat kering. Oleh karena itu kita tinggal melilit akar dengan coco fiber lalu tancapkan di pot. Untuk coco fiber kita tidak perlu campuran media tanam lain lagi.

Sabut Kelapa Utuh + Net Pot

Model penanama ini sebenarnya malah mirip dengan model tanam gantung atau tempel. Karena net pot hanya berfungsi sebagai penyangga tanaman agar lebih mudah ditata dan tidak ambruk. Net pot yang digunakan adalah yang memiliki lubang hingga bibir pot. Jadi ketika disiram pot tersebut tidak menahan air sedikit-pun. Oleh karena itu, dengan sistem penanaman ini anda bisa memanfaatkan sabut kelapa utuh yang dibalutkan ke akar anggrek. Sebelum dililitkan sabut kelapa terlebih dahulu bisa di pukul-pukul agar lebih lentur dan mudah diikat pakai tali.

Related articles

pot anggrek tanah liat

Cara Memilih Pot yang Baik untuk Anggrek

Pot yang baik untuk anggrek memiliki beberapa karakter tertentu. Pot tersebut hakikatnya hanya merupakan tempat menempel akar dan sifatnya alternatif. Pot yang baik adalah pot yang mampu memberikan kebutuhan tanaman (khususnya daerah perakaran) anggrek sesuai atau mirip dengan habitat aslinya. Semua jenis anggrek bisa ditanam di pot, tapi tidak semua pot bisa digunakan untuk menanam […]

pupuk organik untuk anggrek

Pupuk Organik Untuk Anggrek? Apakah Dianjurkan?

Merawat anggrek memang penuh dengan tantangan dan keasyikan. Bukan hanya asyik soal keragaman varietasnya, tapi juga bagaimana cara menumbuhkan anggrek agar subur dan membungakannya. Di dalam semua aktifitas itu kita tidak bisa lepas dari yang namanya pemupukan. Dan dalam pemupukan sendiri ada banyak teknik yang bisa dilakukan termasuk penggunaan pupuk organik. Yang menjadi pertanyaan, apakah […]

1 Komentar

Tinggalkan Balasan