Greenify Your Life

Cara Basmi Hama Tungau Pada Anggrek Pakai Akarisida Nabati

Cara basmi hama tungau pada anggrek jika akarisida yang dijual di pasaran sudah tak lagi mempan, alternatifnya adalah kembali ke teknik alami dan organik. Yuk kenali gejalanya dan cara pengendaliannya.

Tungau Pada Anggrek di Indonesia

Tungau atau yang lebih akrab disebut sebagai kutu yang kerap menyerang anggrek menurut literatur ada beberapa macam, yang paling sering ditemui diantaranya Tenuipalpus pacificus (Phalaenopsis mites), Aphid (kutu daun), dan Bemisia tabaci (Kutu putih / kutu kebul). Diantara itu yang efeknya paling merusak dan sulit dibasmi adalah Tenuipalpus pacificus atau yang oleh petani anggrek disebut sebagai kutu sisik yang padahal bukan. Kutu sisik biasa dijumpai pada tanaman jeruk.

loading...

Berikut adalah penampakan daun anggrek yang terserang oleh kutu Tenuipalpus pacificus (sudah sembuh):

akarisida nabati untuk anggrek

Permasalahan yang Kerap Dihadapi Petani / Pemelihara Anggrek Dalam Menghadapi Serangan Tungau

  • Tidak ada akarisida spesific yang dijual di pasaran
  • Akarisida non-spesifik hanya bikin resistensi
  • Kalau sudah resisten tungau semakin membludak bukannya mati

Itulah 3 inti permasalahan yang kerap dihadapi oleh petani anggrek. Pertama adalah sulitnya mencari akarisida specific (pestisida khusus pembasmi hama tungau dan kutu-kutuan). Rata-rata akarisida yang dijual di pasaran memiliki fungsi ganda (spektrum luas) dengan bahan aktif yang kurang spesifik seperti abamectin, diazinon, propargit dan piridaben. Lebih mengecewakan lagi tungau seperti Tenuipalpus pacificus  tidak akan mempan dengan bahan aktif seperti yang disebutkan.

Dulu ada akarisida specific khusus untuk tungau dan kutu dengan bahan aktif seperti dikofol. Sayangnya bahan aktif tersebut tidak ramah lingkungan dan peredarannya distop oleh pemerintah. Saat ini hampir tidak ada produk akarisida spesific yang beredar dan kalaupun ada harganya sangat tidak bersahabat.

Kedua, dengan kondisi seperti itu tak jarang petani yang terus melakukan uji coba akarisida dari berbagai merek dan bahan aktif sama atau berbeda-beda dalam waktu yang lama. Tentu ada beberapa kerugian yang ditimbulkan. Pertama adalah munculnya resistensi hama (kebal) dan musnahnya hama predator alami. Kalau sudah demikian hama sasaran malah akan berkembang biak disusul dengan kemungkinan munculnya hama-hama lain yang juga mengalami kekebalan akibat terkena semprotan dalam frekuensi waktu yang sering.

Kalau sudah demikian, jalan satu-satunya untuk membasmi tungau dan kutu pada anggrek (khususnya Tenuipalpus pacificus) adalah back to nature plus mengandalkan bantuan akarisida organik. Kelemahan cara ini adalah tidak praktis dan butuh waktu yang cukup lama untuk memastikan tungau benar-benar musnah. Di daerah-daerah tertentu belum tentu ada bahan yang dibutuhkan sehingga harus beli dan bila dibandingkan dengan akarisida kimia biayanya bisa lebih mahal.

Sebenarnya ada satu alternatif lagi yang bisa diterapkan yaitu dengan menghadirkan predator alami. Salah satu hama predator untuk tungau Tenuipalpus pacificus adalah lady bug (Ladybird beetle). Pun demikian, sekali lagi, cukup disayangkan karena sistem kontrol ini hampir mustahil diterapkan karena di negara kita jarang yang mengembang-biakkan hama predator seperti ini.

Cara Basmi Hama Tungau Pada Anggrek Dengan Teknik Alami + Akarisida Nabati

  • Jaga kelembapan lingkungan
  • Jaga kebersihan lingkungan
  • Atur ulang sirkulasi udara
  • Aplikasikan akarisida nabati

Teknik alami yang bisa ditempuh adalah menjaga kebersihan dan kelembapan lingkungan serta mengatur kembali sirkulasi udara. Lingkungan harus bersih terutama dari debu. Selain itu kelembapan lingkungan juga harus tetap terkontrol. Anda harus tahu bahwa tingkat perkembang-biakan tungau Tenuipalpus pacificus mencapai titik maksimalnya ketika musim kemarau, yakni pada saat kelembapan sangat minim didukung oleh cuaca ekstrim dan berdebu. Apalagi sirkulasi udara kurang bagus. Ibarat bom waktu, hama ini bisa meledak setiap saat.

Kontrol suhu dengan terus menjaga kelembapan mampu menekan populasi tungau secara signifikan. Usahakan untuk menyemprot bagian bawah daun secara rutin, agar tungau bisa terbawa oleh percikan air.

Wasapadai juga akan kehadiran semut, karena semut sering bersimbiosis-mutualisme dengan kutu putih. Kutu putih sering bersarang dibagian akar, terutama jika media tidak bersih. Baik semut maupun kutu putih cukup merugikan bagi tanaman anggrek: semut memakan ujung akar muda dan kutu putih menyedot cairan di bagian akar.

Cara Kontrol Suhu dan Kelembapan Untuk Menekan Populasi Hama Tungau Dan Kutu-Kutuan

Menjaga kelembapan lingkungan tempat menanam anggrek sebenarnya cukup mudah, tapi pemula harus memperhatikan jenis media tanam yang digunakan dan jenis anggrek yang ditanam. Prinsipnya media tanam jangan sampai jenuh air pada waktu yang terlalu lama, karena disisi lain ada OPT (organisme pengganggu tanaman) lain yang sedang mengincar, yaitu bakteri dan jamur. Jika terpaksa ingin memberi kelembapan tinggi, pastikan juga rutin menyemprot fungisida dan bakterisida.

Akarisida Nabati Untuk Anggrek, Cara Pembuatan dan Teknik Aplikasi

Kalau kita membaca literatur banyak sekali tanaman / buah / umbi yang berpotensi dijadikan sebagai bahan akarisida. Diantara bahan tersebut yang paling mudah didapat adalah daun mimba, bawang putih, dan tembakau.

Soal takaran / jumlah masing-masing bahan, semakin banyak sebenarnya semakin bagus (kita pakai bahan seadanya). Jangan khawatir karena bahan-bahan diatas tidak bersifat toksik terhadap tanaman anggrek. Meskipun demikian, lebih bijak untuk menggunakan bahan secukupnya saja. Misal, daun mimba 1 kantong plastik kecil, tembakau 1 genggam (bisa diganti dengan putung rokok), bawang putih 6 siung.

Ketiga bahan di atas bisa diaplikasikan secara parsial (sendiri-sendiri) ataupun  secara bersamaan. Dalam sharing kali ini kita akan menggunakan bahan-bahan tersebut secara bersamaan. Caranya pembuatannya adalah sebagai berikut:

  1. Ekstrak daun mimba. Caranya baca disini.
  2. Ekstrak bawang putih. Caranya baca disini.
  3. Ekstrak tembakau, baca disini.

Ingat ya masing-masing bahan diekstrak pada wadah yang berbeda. Ekstraksi dilakukan selama kurang lebih 12 jam / semalaman. Setelah semua bahan diekstrak, kemudian hasil ekstraksi dicampur jadi satu. Kemudian tambah bahan berikut ini:

  1. Sabun cuci piring (sunlight) 2 atau 3 tetes kecil  atau sekiranya larutan sedikit berbuih
  2. [Opsional] tambahkan 2 atau 3 tetes kecil minyak goreng baru. Kalau ragu beri satu tetes terlebih dahulu kemudian aduk hingga merata. Tambahi setetes demi setetes sampai di tangan terasa agak licin.
  3. Pastikan urutannya benar yaitu sabun terlebih dahulu kemudian minyak goreng. Tujuannnya agar minyak dapat larut.

Hasil larutan di atas bisa diencerkan dan juga bisa langsung diaplikasikan tanpa pengenceran. Kita lebih memilih untuk mengencerkan semua bahan diatas dengan cara menggenapkan larutan dengan air bersih menjadi 18 liter (kapasitas tangki semprot besar).

Teknik dan Waktu Aplikasi

Agar penyemprotan akarisida nabati efektif maka ada teknik dan waktu aplikasi yang dianjurkan. Teknik penyemprotannya yaitu dengan mengutamakan bagian bawah daun menggunakan nozzle kabut (spray paling halus). Waktu penyemprotan yang efektif adalah sore hari mulai jam 3.

Perlu diketahui bahwa akarisida nabati tidak langsung memberikan efek, akan tetapi perlu waktu. Aplikasikan minimal 6 kali dengan jeda 3 -5 hari sekali. Selanjutnya akarisida bisa untuk kontrol dengan rentang aplikasi 1 bulan sekali atau jika ditemui tungau / kutu meski populasinya sudah minim sekali.

Demikian cara basmi hama tungau pada anggrek yang sudah dan masih kami terapkan hingga saat ini. Selamat mencoba!

Related articles

pestisida nabati daun mimba

Cara Sederhana Membuat Pestisida Nabati Daun Mimba

Pestisida daun mimba sering dipilih untuk mengendalikan berbagai macam hama pengganggu pada tanaman karena beberapa alasan, salah satunya adalah bahan aktif yang dikandung. Daun mimba maupun biji mimba telah lama diketahui mengandung lebih dari satu senyawa kimia sehingga ekstrak daun / biji mimba bisa dijadikan sebagai pestisida nabati spektrum luas (broad spectrum). Dengan kata lain, […]

membuat pestisida nabati bawang putih

Cara Sederhana Membuat Pestisida Nabati Bawang Putih

Banyak sekali literatur dan temuan akademisi yang mengungkapkan manfaat ekstrak bawang putih sebagai pestisida nabati. Zat-zat bioaktif yang terkandung dalam bawang putih memiliki sifat repellent (penolak) hingga efek memusnahkan bagi hama. Senyawa aktif yang terkandung bukan hanya berfungsi sebagai insektisida, akan tetapi juga akarisida, fungisida dan bahkan bakterisida. Oleh karena itu jangan heran kalau bumbu […]

Tinggalkan Balasan